5 Tempat Wisata Alam Yang Dijadikan Tempat Pesugihan

5 Tempat Wisata Alam Yang Dijadikan Tempat PesugihanKehidupan masyarakat lokal Indonesia, khususnya orang Jawa, jelas nggak bisa dipisahkan dengan hal-hal mistis dan supranatural. Mulai dari hantu-hantuan yang beragam rupa jenisnya, sampai ritual-ritual klenik yang terasa begitu kental. Salah satu diantaranya adalah banyaknya tempat-tempat yang dikeramatkan, sebagian ada yang digunakan sebagai spot mencari kekayaan. Bukan mendulang emas murni untuk kemudian diolah sih, tepi melakukan pesugihan. Ritual agar cepat kaya dengan bantuan setan.

5 Tempat Wisata Alam Yang Dijadikan Tempat Pesugihan

5 Tempat Wisata Alam Yang Dijadikan Tempat Pesugihan
5 Tempat Wisata Alam Yang Dijadikan Tempat Pesugihan

Nah, di MasihBaru kali ini, kami akan mengajakmu mengunjungi tempat-tempat keramat di Indonesia yang sering dijadikan tempat mencari pesugihan. Bukan mengajakmu untuk berbuat syirik, tapi siapa tahu kamu mau sekadar piknik. Tempat-tempat keramat ini bukan hanya mistik, tapi juga cantik!

Alas Purwo juga sering dijadikan spot mencari pesugihan

Alas Purwo terletak di Kabupaten Bayuwangi, Jawa Timur. Alas Purwo yang dalam bahasa Jawa berarti Hutan Purwo, ini adalah salah satu taman nasional terbesar di Indonesia. Dibangun di atas lahan seluas 434 hektar, dan mampu menampung ribuan flora dan fauna Indonesia. Kalau kamu penggemar destinasi wisata alam, jelas kamu akan dimanjakan ketika jalan-jalan di Alas Purwo. Selain berbagai macam flora dan fauna, kamu juga bisa melihat-lihat Goa Istana dan Makam Mbah Dowo, yaitu makam sebuah senjata milik Mpu Barada yang panjangnya sampai 7 meter.

Sayangnya, selain taman wisata, Alas Purwo juga terkenal sebagai hutan paling angker di tanah jawa. Banyak yang percaya bahwa Alas Purwo adalah tempat konkow-nya seluruh jin di Nusantara. Semacam tempat konferensi nasional jins, mungkin ya. Dipercaya juga bahwa dulu nggak ada manusia yang bisa keluar dari Alas Purwo dengan selamat. Seram sih. Tapi anehnya, keseraman Alas Purwo nggak menyurutkan nyali para manusia yang ingin mencari pesugihan di sana. Ah, manusia. Kadang-kadang perjuangannya nekat juga.

Pesugihan Gunung Kawi, berdoa memohon jadi kaya

Gunung Kawi adalah salah satu gunung diantara tiga gunung yang membentang di antara Kabupaten Malang dan Kota Batu. Dari kejauhan, kamu bisa melihat bentuk Gunung Kawi yang terletak di antara gunung Butak dan Gunung Panderman, seperti seorang putri yang sedang tertidur lelap. Soal keindahan alam, jangan ditanya. Selain gunung, di sana ada juga bangunan tua yang penuh ukiran seperti candi. Sayang, yang lebih terkenal dari Gunung Kawi bukanlah keindahan alamnya, tapi kemistisannya.

Gunung Kawi terkenal sebagai tempat mencari pesugihan, bukan hanya untuk orang Indonesia, tapi juga banyak peziarah yang datang dari Singapura, Myanmar, Malaysia, dan Negara-negara tetangga. Orang Indonesia sendiri yang pernah datang ke Gunung Kawi sebelum mendulang kesuksesan ada dua, yaitu Ong Hok Liong (pemilik Rokok Bentoel) dan Lim Sieo Liong (pemilik BCA). Pohon Dewandaru adalah pohon yang dikeramatkan. Seluruh ritual dan ziarah yang dilakukan tujuannya adalah untuk mendapatkan daun Dewandaru untuk dijadikan jimat.

Pantai Parangtritis, Pesugihan Kekayaan

Pantai Parangtritis pastinya sudah akrab di telingamu sejak kamu masih SD. Soalnya pantai di Jogja ini adalah salah satu destinasi yang umum didatangi saat study tour anak-anak SD. Lokasinya mudah dijangkau, dan panorama pantainya juga lumayan bisa dinikmati. Meskipun setelah kamu dewasa sekarang, rasanya Parangtritis mulai membosankan, karena kamu lebih tertarik mengeksplorasi pantai-pantai lainnya di Gunung Kidul.

Meskipun popularitas Parangtritis sebagai tempat wisata mulai pudar, tapi reputasinya sebagai tempat mistis gerbang penghubung antara Kerajaan Jogja dan Kerajaan Nyai Roro Kidul masih terus dipercaya. Parangtritis dianggap sebagai kerajaan makhluk halus yang dipimpin oleh Ratu pantai selatan ini. Konon katanya, Ratu Pantai Selatan bisa memberikan kekayaan, asalkan si peminta melakukan ritual dan tumbal-tumbal yang disyaratkan.

Sumur Kembar di Gilimanuk, Awet Muda dan Pemikat Jodoh

Beranjak dari Pulau Jawa, kita geser sedikit ke Pulau Bali. Tepatnya di sebuah Sumur Kembar yang letaknya di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Lokasinya berdekatan dengan Pantai, sedangkan untuk mencapainya, kamu harus memasuki hutan kira-kira selama 10 menit. Selain bisa melihat pantai dan sumur kembar, kamu juga bisa menjumpai banyak Pura yang ada di jalan menuju Gilimanuk. Katanya, sumur ini sudah ada di sana entah sejak kapan.

Sumur kembar ini sering menjadi tempat bagi orang untuk mencari pesugihan ataupun mencari jodoh. Untuk kaum wanita, bila ingin supaya cepat dapat jodoh, bisa membasuh muka dengan air dari sumur. Sedangkan yang ingin menjadi kaya, harus berani mandi telanjang di sana. Tapi ritual itu hanya untuk perempuan saja lho. Para pria biasanya datang ke sana untuk mencari batu permata. Bukan hanya bisa dibuat batu akik, katanya batu-batu permata itu bisa jadi jimat juga. Tapi jangan lama-lama berdiam di Sumur kembar, nanti kamu nggak bisa pulang.

Kobongan Rembang, Pesugihan Kekayaan dan Reputasi

Meski nggak setenar Nyi Blorong atau Nyi Roro Kidul, Nyai Puspo Cempoko cukup terkenal di telinga para pencari pesugihan. Spot untuk ritual ini ada di Kobongan, Rembang. Banyak peziarah yang datang untuk mencari kekayaan. Konon katanya, untuk menjadi kaya, para pria harus mau menjadi suami dari Nyai Puspo Cempoko, dan memenuhi kebutuhan seksualnya setiap malam Jumat Kliwon. Selain itu, berbagai macam sesajen mulai dari jajan pasar sampai kembang tujuh rupa harus disediakan. Untuk mendapatkan kekayaan dari Nyai Puspo Cempoko, kamu harus membuat kamar khusus di rumah yang hanya boleh dimasuki oleh kalian berdua.

Kehidupan masyarakat lokal memang nggak bisa dilepaskan dari segala hal-hal yang mistis dan klenik. Segala mitos dan kepercayaan lokal membuat spot-spot yang sebenarnya indah tadi jadi identik dengan angker dan keramat. Kamu percaya? Kalau mau traveling ke sana diniatkan buat liburan aja ya. Nggak usah aneh-aneh nyari pesugihan. Rezeki sudah diatur sama Allah. Takut nggak bisa makan sama saja sudah menghina Allah sang pemberi kehidupan, begitu kata Sudjiwo Tedjo. Sepakat?