Inilah Bahaya dan Manfaat Konsumsi Daging Ikan Lele Bagi Kesehatan

Inilah Bahaya dan Manfaat Konsumsi Daging Ikan Lele Bagi Kesehatan – Salah satu manfaat ikan lele sebagai makanan sehat adalah ikan ini sangat rendah merkuri. Ikan lele yang diternakkan kemungkinan hanya dibiarkan tumbuh hingga titik tertentu. Ini membuat lele tidak berpotensi menelan merkuri di air yang terkontaminasi.

Inilah Bahaya dan Manfaat Konsumsi Daging Ikan Lele Bagi Kesehatan

Inilah Bahaya dan Manfaat Konsumsi Daging Ikan Lele Bagi Kesehatan
Inilah Bahaya dan Manfaat Konsumsi Daging Ikan Lele Bagi Kesehatan

Jika Anda ingin memenuhi asupan nutrisi sehat secara keseluruhan, Anda bisa mendapatkannya melalui manfaat ikan lele. Ada banyak manfaat ikan lele yang bisa di dapat.

Berikut Manfaat Ikan Lele Bagi Kesehatan Tubuh
Tinggi protein

Dalam protein lele, ada asam amino esensial lisin, metionin, dan leusin. Ikan lele memiliki protein lebih tinggi daripada protein dalam susu dan daging lainnya. Protein adalah komponen penting dari setiap sel dalam tubuh.

Tubuh Anda menggunakan protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Anda juga menggunakan protein untuk membuat enzim, hormon, dan bahan kimia tubuh lainnya. Protein adalah bahan penyusun tulang, otot, tulang rawan, kulit, dan darah yang penting.

Cocok untuk diet

Manfaat ikan lele juga bisa digunakan dalam diet sehat. Karena kaya protein, lele cocok dimasukkan sebagai makanan diet. Protein adalah makanan yang paling mengenyangkan. Pola makan tinggi protein mengurangi rasa lapar, membantumu makan lebih sedikit kalori. Ini disebabkan oleh peningkatan fungsi hormon pengatur berat badan.

Membangun otot

Protein juga berperan dalam pembentukan otot. Oleh karena itu, makan protein dalam jumlah yang cukup membantu mempertahankan massa otot dan meningkatkan pertumbuhan otot saat jika diimbangi dengan olahraga rutin. Menjaga asupan protein tetap tinggi juga dapat membantu mencegah kehilangan otot selama penurunan berat badan.

Kuatkan tulang

Ikan lele kaya akan vitamin dan mineral yang menguatkan tulang. Ikan adalah sumber vitamin D yang penting untuk menyerap kalsium pembentuk tulang. Lele juga mengandung fosfor yang lebih tinggi dari telur. Fosfor berperan mendukung kesehatan tulang, gusi dan gigi. Protein dalam lele juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan tulang.

Orang yang makan lebih banyak protein cenderung mempertahankan massa tulang lebih baik seiring bertambahnya usia dan memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang yang jauh lebih rendah. Vitamin B12 pada ikan lele juga memainkan peran penting dalam kesehatan tulang. Kadar vitamin B12 yang rendah adar vitamin rendah dalam darah ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko osteoporosis.

Cegah anemia

Saat mengalami anemia, tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke organ vital. Ikan lele juga merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Vitamin B12 berperan penting dalam membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

Kadar vitamin B12 yang rendah menyebabkan pengurangan pembentukan sel darah merah. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12 dapat mencegah anemia dan meringankan gejalanya.

Cegah penyakit jantung

Asam lemak omega-3 telah dikaitkan dengan banyak manfaat untuk kesehatan jantung. Omega-3 dapat menyebabkan pengurangan besar dalam trigliserida dan tekanan darah. mega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”.

Mengonsumsi makanan kaya akan omega-3 dapat mencegah trombosit darah menggumpal yang berbahaya bagi kesehatan jantung. Beberapa penelitian mencatat bahwa asupan protein tinggi juga dapat menurunkan tekanan darah.

Sehatkan otak

Vitamin B12 dapat berperan dalam mencegah atrofi otak atau hilangnya neuron di otak dan sering dikaitkan dengan kehilangan memori atau demensia. Kombinasi vitamin B12 dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat penurunan daya ingat. asupan omega-3 yang lebih tinggi dengan penurunan penurunan mental terkait usia dan penurunan risiko penyakit Alzheimer.

Sehatkan kulit

kadar vitamin B12 yang rendah dapat menyebabkan berbagai gejala dermatologis, termasuk hiperpigmentasi, perubahan warna kuku, perubahan rambut, vitiligo, dan sudut mulut meradang dan pecah. Konsumsi lele dapat mencegah kekurangan vitamin B12 ini.

Asam lemak omega-3 dalam lele juga mengbasulkan DHA yang merupakan komponen struktural kulit. DHA bertanggung jawab untuk kesehatan selaput sel, yang membentuk sebagian besar kulit. Membran sel yang sehat menghasilkan kulit yang lembut, lembab, kenyal, dan bebas kerut.

Baik untuk kehamilan

Ikan lele juga tinggi akan asam lemak omega-3. Omega-3 sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak pada bayi. Omega-3 ini terdiri dari DHA yang menyumbang 40% dari asam lemak tak jenuh ganda di otak dan 60% di retina mata.

Mendapatkan cukup omega-3 selama kehamilan dikaitkan dengan banyak manfaat untuk anak termasuk kecerdasan, keterampilan komunikasi dan sosial yang lebih baik, risiko penurunan keterlambatan perkembangan, hingga mengurangi risiko ADHD, autisme dan cerebral palsy.

Kadar vitamin B12 dalam lele juga sangat penting untuk kehamilan yang sehat. Studi menunjukkan bahwa otak dan sistem saraf janin membutuhkan kadar B12 yang cukup dari ibu untuk berkembang dengan baik. Vitamin D pada lele juga bisa mencegah risiko preeklampsia dan melahirkan prematur.

Cegah peradangan

Ssam lemak omega-3 pada lele dapat mengurangi produksi molekul dan zat yang terkait dengan peradangan, seperti peradangan eikosanoid dan sitokin. Omega-3 dapat mengurangi peradangan kronis, yang dapat berkontribusi pada penyakit jantung, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Protein dalam lele juga dapat membantu tubuh memperbaiki sel-selnya saat sakit atau terluka. Protein membentuk blok bangunan utama dari jaringan dan organ.

Baca Juga Halaman Lainnya:

5 Tips Diet Sehat Bagi Tubuh Zaman Sekarang

Bahan Olahan Paling Bagus Untuk Menu Diet Anda!

Tips dan Melirik Keguanaan Serum Untuk Wajah Menjadi Terawat

Program Diet Paling Ampuh Membakar Lemak 8KG Seminggu

Adapun Bahaya Konsumsi Daging Ikan Lele untuk Kesehatan

Jika dikonsumsi sembarangan, ikan lele memang dapat berdampak negatif untuk kesehatan. Berikut ini lima dampak negatif yang mungkin terjadi akibat konsumsi ikan lele:

1. Pertumbuhan Sel Abnormal

Dampak pertama yang terlihat paling jelas dalam proses pengolahan ikan lele adalah penggunaan minyak bekas yang telah dipakai secara berulang kali. Minyak tersebut mengandung radikal bebas, termasuk asam lemak jenuh yang bisa memicu timbulnya sel abnormal karena bersifat karsinogenik. Minyak tersebut juga mengandung trans 2 hidrosiklon (HNE) yang beracun, sehingga dapat meningkatkan risiko kanker hati dan kanker lambung.

2. Munculnya Kelenjar Tiroid

Selain itu, munculnya kelenjar tiroid di sekitar leher bisa disebabkan oleh konsumsi lele. Pasalnya, banyak peternak ikan lele yang memanfaatkan bangkai hewan untuk bahan makanan lele, termasuk kotoran hewan yang berada di dekat peternakan lele (seperti kandang ayam atau kambing). Semua hal ini dapat menimbulkan pembengkakan serta peradangan akibat peningkatan cairan tiroid.

3. Adanya Kandungan Bakteri Aktif

Proses peternakan ikan lele boleh dibilang tidak cocok untuk kesehatan manusia. Sebagai contoh, banyak tambak lele yang di atasnya dibuat jamban. Meskipun ikan lele adalah jenis ikan yang mampu bertahan di air kotor, tetap saja ikan tersebut berpotensi terkontaminasi bakteri aktif dan logam berat yang menyebabkan diare dan sakit perut. Hal ini disebabkan oleh kemampuan lele untuk memakan semua makanan yang ada di sekelilingnya.

4. Mengandung Logam

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cara pemeliharaan, pemberian makanan, serta kotoran-kotoran yang dimakan ikan lele mengandung banyak bakteri, kuman, serta logam berat yang berbahaya. Pengendapan hal-hal ini di dalam tubuh manusia akan memicu munculnya kanker dan tumbuhnya tumor. Pasalnya, selama proses pemeliharaan lele akan memakan semua apa yang ada di sekelilingnya.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Dampak negatif lain dari konsumsi lele adalah meningkatnya risiko penyakit jantung. Hal ini dikarenakan oleh proses pengolahan lele yang menggunakan minyak, sehingga melipatgandakan bahaya bagi tubuh dan memicu penyumbatan pada pembuluh arteri jantung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pada jantung, termasuk serangan jantung.