Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh – Daging unggas, sapi, hingga seafood merupakan makanan yang mengandung protein yang enak, sehat, dan umum ditemukan. Namun, ada saja yang suka makanan sumber protein hewani yang ekstrem. Misalnya, belalang, ular, atau buaya karena katanya tinggi protein.

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh
Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Protein merupakan nutrisi penting yang berfungsi sebagai penyusun sel-sel tubuh. Tak hanya itu, fungsi penting lainnya juga termasuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam kehidupan sehari-hari, sumber protein hewani yang umum di pasaran adalah daging ayam, bebek, sapi, domba, telur ayam, ikan, udang, atau cumi. Sementara itu, sumber protein nabati bisa dari kacang kedelai dan kacang-kacangan lainnya.

Makanan Ekstrem yang Disebut-sebut Tinggi Kandungan Protein
Ternyata, di luar pilihan sumber protein di atas, ada saja orang yang makanan yang tak biasa untuk dijadikan sebagai sumber protein. Makanan yang tergolong ekstrem tersebut antara lain:

Belalang Goreng

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Tak perlu jauh-jauh ke Thailand untuk menemukan sajian ini. Pasalnya, belalang goreng (atau disebut sebagai welang goreng) juga dikonsumsi di beberapa wilayah di Jawa.

Selain Indonesia dan Thailand, belalang juga diketahui disantap di negara lainnya seperti Meksiko, Tiongkok, dan beberapa negara di Afrika.

Ada yang bilang, rasa daging belalang mirip udang. Entah benar atau tidak, bagaimana kandungan nutrisinya?

Belalang diketahui mengandung sekitar 40 persen protein, 40 persen lemak, 10-15 persen lemak, serta 5 persen karbohidrat.

Dalam 100 gram penyajian, belalang goreng mengandung 14 gram protein dan hampir menyamai kandungan yang terdapat dalam ikan salmon dan porsi penyajian yang sama, yaitu 20 gram protein.

Larva Ulat Sutra Goreng

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Meski sebagian besar orang jenis makanan ini tergolong ekstrem (baca: menjijikkan), tetapi larva ulat sutra goreng punya cukup banyak peminat.

Dari segi protein, nilai proteinnya tidak sebesar belalang. Namun, bila dilihat dari porsinya, 100 gram larva ulat sutra goreng mengandung sekitar 10 gram protein, 5 gram lemak, dan 2 gram karbohidrat.

Ternyata, kandungan protein tersebut hampir setara dengan 100 gram daging bebek yang dimasak matang. Menarik, ya?

Sate Daging Ular Goreng atau Bakar

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Ular merupakan hewan kelompok reptilia yang keberadaannya tersebar di seluruh dunia dan beberapa di antaranya tergolong mematikan. Meski mengandung protein yang membuatnya “pantas” untuk disantap, tetapi konsumsinya bisa dibilang tidak lazim.

Beberapa negara di Asia seperti Tiongkok, Vietnam, termasuk Indonesia memperjualbelikan ular untuk disantap. Di luar dari rasanya, bagaimana dengan kandungan nutrisinya?

Walaupun kandungan proteinnya tergolong tidak banyak, yaitu sekitar sepertiga daging sapi (setara dengan 8-10 gram protein), tapi daging ular mengandung karbohidrat, vitamin A, serta B1 dan B2.

Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa kasus reaksi alergi yang dicetuskan dari konsumsi daging ular.

Daging Penyu

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Daging penyu (kura-kura laut) juga masuk dalam jajaran makanan esktrem atau “eksotis”, dikonsumsi karena dipercaya dapat meningkatkan vitalitas. Padahal, itu hanya mitos.

Penangkapan dan konsumsi penyu juga hingga kini juga masih diperdebatkan apakah itu ilegal atau tidak.

Dari aspek nutrisi, dalam satu mangkuk sup daging penyu, terkandung protein yang hampir setara dengan daging sapi, yaitu sekitar 30 gram protein. Selain itu, kandungan lemaknya juga tergolong tinggi, yaitu 9 gram lemak dan 80 mg kolesterol.

Untuk yang punya masalah kolesterol tinggi, konsumsi daging penyu (makin) tidak disarankan.

Daging Buaya

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Bukan hanya kulitnya yang dimanfaatkan untuk membuat tas, dompet, atau aksesori lainnya, tetapi daging buaya juga cukup banyak dikonsumsi.

Sebagai contoh, di Thailand, daging buaya cukup digemari dan cukup mudah ditemukan di pinggir jalan (street food).Faktanya, nutrisi daging buaya tak kalah tinggi dibanding daging sapi.

Dalam 100 gram daging buaya, terdapat 26 gram protein, 1 gram lemak, dan 100 kalori. Jika dibandingkan dengan daging sapi, nilai proteinnya tak berbeda jauh, yaitu sekitar 30 gram dengan porsi yang sama.

Walaupun mengandung kadar protein yang tinggi, tetapi konsumsi daging buaya perlu diwaspadai karena—sama seperti ular—bisa menimbulkan reaksi alergi.

Baca Juga Halaman Lainnya:

5 Tips Diet Sehat Bagi Tubuh Zaman Sekarang

Bahan Olahan Paling Bagus Untuk Menu Diet Anda!

Tips dan Melirik Keguanaan Serum Untuk Wajah Menjadi Terawat

Program Diet Paling Ampuh Membakar Lemak 8KG Seminggu

Sup Ular Kobra

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Bandung bisa dikatakan sebagai salah satu surganya wisata kuliner di Indonesia karena banyaknya jenis kuliner lezat yang berasal dari kota ini. Namun, selain itu Bandung juga menawarkan salah satu jenis makanan ekstrim di Indonesia yaitu sup ular kobra. Siapa sangka, hewan mematikan ini juga banyak dikonsumsi karena dipercaya memiliki banyak manfaat baik kesehatan.

Bagian empedu, darah, dan dagingnya sering dikonsumsi karena dipercaya dapat mengobati stroke ringan, diabetes, asma, alergi, dan juga penambah vitalitas. Salah satu tempat di Bandung yang menawarkan makanan ekstrim ini yaitu Istana Raja Kobra di Jl. Jenderal Sudirman No.319.

Otak Monyet dan Kera Panggang

Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Makanan ekstrim di Indonesia berikutnya yang tak pernah terbayangkan bisa dikonsumsi manusia adalah otak monyet dan kera panggang. Makanan ekstrim ini dikenal banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Manado, Sulawesi Utara.

Konon, kebiasaan mengonsumsi otak monyet dan kera panggang berasal dari kebudayaan Tiongkok, sejak era Dinasti Qing dahulu. Ketika kamu berkunjung ke Manado, kamu bisa menemukan banyak sekali pedagang otak monyet dan makanan ekstrim lainnya terutama di Pasar Beriman Tomohon.

Sate Biawak

Lumrahnya, penjual satai yang dapat kita temukan menjual satai ayam, kambing, sapi, dan paling ekstrim mungkin satai kelinci. Namun, pernahkah kamu melihat atau bahkan mencicipi satai biawak?

Salah satu makanan ekstrim di Indonesia ini banyak dijual di wilayah Jawa Timur sebagai makanan sehari-hari ataupun obat alternatif. Konon, daging biawak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit parah, salah satunya yaitu untuk menyembuhkan kulit gatal-gatal.

Empedu Kobra

Menu yang satu ini bukan termasuk makanan ekstrim di Indonesia, tetapi minuman ekstrim di Indonesia. Selain dagingnya diolah menjadi berbagai jenis makanan, empedu dan darah segar ular kobra juga banyak dikonsumsi untuk berbagai tujuan.

Banyak masyarakat yang percaya bahwa empedu kobra memiliki khasiat yang tinggi untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Harga satu ekor kobra pun ternyata cukup terjangkau yaitu hanya 100 ribu rupiah saja.

Sate Torpedo
Inilah Deretan Makanan Estrim Yang Konon Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Selain bagian daging dan jeroannya yang dikonsumsi, torpedo kambing, sapi, dan kuda juga ternyata banyak digemari orang untuk dikonsumsi. Torpedo adalah sebutan untuk bagian testis kambing, sapi, dan kuda yang ukurannya cukup besar.

Banyak orang yang mengonsumsi olahan torpedo karena percaya bahwa bagian ini memiliki khasiat untuk menjaga stamina dan meningkatkan vitalitas pria. Kalau kamu tertarik, kamu bisa mengolah torpedo menjadi satai, kare, ataupun gulai.

Mencari sumber makanan tinggi protein sebaiknya yang “mainstream” dan banyak ditemukan di pasaran saja. Bila makanan ekstrem seperti yang disebutkan di atas atau daging hewan liar lainnya, dikhawatirkan ada penyakit yang tak terdeteksi, sehingga ada potensi terjadinya zoonosis atau infeksi penyakit terhadap manusia.