Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga

Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat – Kebanyakan orang terkadang mengabaikan gejala sakit ginjal karena tidak terlalu spesifik. Faktanya, ginjal merupakan organ tubuh yang penting karena berfungsi untuk menyaring kotoran dan racun dalam darah. Kemudian, kotoran dan racun akan dibuang bersamaan dengan urine. Lantas, apa saja ciri-ciri sakit ginjal yang perlu diwaspadai?

Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat

Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat
Mengapa gejala sakit ginjal perlu diwaspadai?

Ginjal merupakan organ yang bekerja yang menyaring air dan limbah berlebih dari darah dan keduanya dikeluarkan dalam urine. Selain itu, organ yang berbentuk kacang ini juga membantu mengontrol tekanan darah.

Sementara itu, penyakit ginjal terjadi ketika ginjal rusak sehingga tidak dapat menyaring darah dengan optimal. Akibatnya, penumpukan limbah beracun di tubuh pun terjadi.

Penurunan fungsi ginjal pun terjadi perlahan, meskipun lambat ternyata hal ini berpengaruh terhadap aktivitas harian Anda. Apabila gejala sakit ginjal dibiarkan, penyakit ini dapat menimbulkan masalah lain yang membahayakan kesehatan.

Racun yang tidak dibuang oleh ginjal bisa menyebabkan denyut jantung tidak normal hingga kematian mendadak. Maka dari itu, Anda tidak boleh menyepelekan gejala penyakit ginjal yang mungkin terlihat mirip dengan penyakit lain.

Ciri-ciri dan gejala sakit ginjal

Dilansir dari sumber kedokteran ternama Kidney Health Australia, kebanyakan orang telah kehilangan hingga 90% fungsi ginjal mereka sebelum gejala sakit ginjal muncul. Namun, ada beberapa ciri yang menunjukkan fungsi ginjal menurun.

Berikut ini ada beberapa gejala yang menunjukkan ginjal Anda sedang bermasalah dan mungkin perlu memeriksakan diri ke dokter.

Warna urine berubah

Warna urine berubah merupakan gejala ginjal bermasalah yang utama. Umumnya, ciri-ciri sakit ginjal yang satu ini memperlihatkan warna urine menjadi lebih keruh daripada biasanya. Hal ini sangat mungkin terjadi karena ginjal berfungsi memproduksi urin sehingga ketika fungsinya menurun, urine dapat berubah.

Selain itu, kebiasaan buang air kecil mungkin akan berubah, entah menjadi lebih sering atau lebih jarang melakukannya. Apabila Anda mengalami beberapa hal di bawah ini terkait masalah urine, segera periksakan diri ke dokter.

  • Perubahan tekanan aliran kencing saat buang air kecil.
  • Kencing berbusa akibat adanya protein dalam urine (proteinuria).
  • Bercak darah yang keluar dengan urine (hematuria).
  • Nyeri saat buang air kecil.
Sakit pinggang belakang

Selain perubahan warna urine dan masalah buang air kecil, gejala sakit ginjal juga dapat ditandai dengan nyeri pada pinggang belakang. Hal ini dapat terjadi karena ginjal terletak di bagian belakang perut, tepatnya di sisi tulang belakang bagian bawah punggung.

Gejala ginjal yang bermasalah ini muncul disebabkan oleh batu ginjal yang membengkak dan terjepit dalam ureter, hingga menekan punggung. Akibatnya, rasa sakit pun muncul pada bagian pinggang belakang. Selain itu, rasa sakit ini juga bisa muncul karena adanya infeksi saluran kencing.

Mudah lelah

Pada orang sehat, ginjal akan memproduksi EPO (erythropoietin), yang dapat meningkatkan sel darah merah dalam darah Anda. Sel darah merah ini akan membawa oksigen ke bagian-bagian tubuh Anda.

Jika ginjal kekurangan EPO, kadar oksigen pun ikut menurun dan menyebabkan tubuh lemas. Itu sebabnya mudah lelah bisa menjadi gejala sakit ginjal yang sering ditemui, tetapi kerap disepelekan.

Selain itu, penyakit ginjal yang diabaikan juga berisiko menyebabkan komplikasi berupa anemia yang dapat membuat tubuh lemas dan mudah lelah.

Lengan dan kaki membengkak

Ginjal adalah organ yang bertanggung jawab menyaring cairan dalam tubuh. Apabila tidak tersaring dengan baik, beberapa bagian tubuh seperti lengan dan kaki bisa membengkak. Pasalnya, protein yang lolos dari penyaringan ginjal dan terbuang lewat urine mengakibatkan penumpukan cairan hingga menyebabkan pembengkakan.

Maka dari itu, lengan dan kaki yang membengkak dapat menjadi patokan dari gejala sakit ginjal. Selain kedua bagian tubuh tersebut, orang dengan ginjal yang rusak juga mengalami pembengkakan pada mata.

Kulit kering dan gatal

Kulit yang terasa gatal dan terlihat kemerahan ternyata juga bisa menjadi salah satu gejala sakit ginjal yang kerap ditemui. Ginjal yang berfungsi dengan baik dapat menghilangkan limbah dan cairan dari tubuh, hingga membantu menjaga jumlah mineral yang tepat dalam darah.

Apabila fungsi ginjal bermasalah, kulit kering dan gatal pun bisa terjadi karena organ ini tidak dapat menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah. Anda mungkin dapat mengatasi masalah kulit kering dan gatal ini dengan krim atau salep, tetapi perawatan tersebut tidak mengobati ginjal yang rusak.

Oleh karena itu, ciri ciri sakit ginjal yang mungkin mirip dengan penyakit biasa pun tidak boleh disepelekan, termasuk kulit kering dan gatal.

Sering merasa mual hingga muntah

Limbah atau zat sisa beracun yang berkumpul dalam darah (uremia) juga bisa menyebabkan rasa mual hingga membuat Anda ingin muntah.

Hal tersebut disebabkan oleh adanya gangguan pada pusat refleks muntah di otak dan sistem pencernaan, sehingga kedua perasaan yang tidak menyenangkan tersebut pun terjadi.

Mual dan muntah hingga kehilangan nafsu makan juga bisa menjadi gejala sulit dideteksi sebagai sakit ginjal oleh orang lain. Padahal, kedua gejala tersebut dapat menyebabkan berat badan turun drastis dan memperparah kondisi tubuh.

Sesak napas

Sesak napas dapat menjadi gejala sakit ginjal karena dua faktor. Pertama, ginjal yang bermasalah menyebabkan cairan masuk dan menumpuk di paru-paru melalui darah, atau biasa disebut edema paru.

Kemudian, anemia akibat kekurangan sel darah merah yang dibawa oleh oksigen membuat tubuh kekurangan oksigen, sehingga Anda sulit bernapas. Kondisi tersebut akhirnya membuat seseorang dengan ginjal yang bermasalah bernapas dengan terengah-engah dan memburu.

Rasa besi pada mulut

Tahukah Anda bahwa rasa besi pada mulut bisa menjadi salah satu ciri-ciri sakit ginjal yang mungkin mirip dengan penyakit lainnya?

Faktanya, rasa tidak enak di lidah bisa terjadi pada orang dengan ginjal yang rusak. Pasalnya, tubuh terlalu banyak dipenuhi racun dan membuat Anda bisa merasakannya langsung di mulut.

Penumpukan limbah dalam darah (uremia) ini tidak hanya menimbulkan rasa besi pada mulut, melainkan membuat Anda mengeluarkan napas yang tidak sedap. Akibatnya, tidak jarang nafsu makan ikut menurun ketika tubuh menunjukkan ciri ginjal yang bermasalah.

Kram otot

Ginjal yang bermasalah juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Akibatnya, tubuh mengalami penurunan kadar kalsium dan fosfor yang tidak terkendali hingga menimbulkan gejala sakit ginjal berupa kram otot.

Di sisi lain, masalah kram otot juga dapat disebabkan oleh adanya kerusakan saraf atau aliran darah yang bermasalah karena kelainan pada ginjal. Apabila Anda mengalami ciri ciri sakit ginjal yang satu ini, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sulit berkonsentrasi dan pusing

Pusing dan sulit konsentrasi adalah dua gejala awal dari sakit ginjal yang sering disepelekan. Pasalnya, keduanya sering sering disalahpahami sebagai efek stres atau kecapekan biasa. Pada kenyataannya, sulit berkonsentrasi dan pusing bisa menjadi ciri bahwa ginjal Anda bermasalah.

Kondisi tersebut dapat terjadi akibat ginjal tidak bekerja dengan baik, sehingga oksigen tidak menyebar secara merata ke seluruh tubuh, termasuk otak. Otak yang kekurangan oksigen dapat memicu pusing, pikiran sulit berkonsentrasi, hingga menurunkan daya ingat seseorang.

Mengalami gangguan tidur

Bagi beberapa orang jadwal tidur yang terganggu mungkin sudah biasa karena merasa berkaitan erat dengan stres yang mereka alami sehari-hari. Akan tetapi, gangguan tidur ternyata bisa menjadi salah satu gejala sakit ginjal yang kurang diperhatikan.

Umumnya, gangguan tidur terjadi pada penderita gagal ginjal kronis atau mereka yang sudah memasuki stadium akhir. Penderita penyakit ginjal tidak dapat tertidur nyenyak karena ginjal tidak menyaring dengan optimal. Alih-alih dikeluarkan melalui urine, racun tetap menumpuk di dalam darah.

Jika kondisi ini tidak diobati dengan baik, gejala penyakit ginjal lainnya dapat memburuk. Sebagai contoh, gangguan tidur dapat menyebabkan rasa lelah dan kantuk di siang hari hingga mengganggu fungsi kognitif.

Hal tersebut tentu dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, sehingga berkonsultasi ke dokter adalah jalan yang tepat.

Kapan perlu periksa ke dokter?

Gejala sakit ginjal yang telah disebutkan memang cukup umum dan mungkin disebabkan oleh penyakit lainnya. Akan tetapi, beberapa kasus memperlihatkan bahwa kondisi tersebut berhubungan dengan penyakit ginjal.

Apabila gejala tersebut dibiarkan, tentu dapat memperburuk kondisi ginjal mengingat fungsinya menurun secara bertahap. Maka dari itu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ketika Anda mengalami gejala penyakit ginjal yang telah disebutkan di atas.

Selain itu, jika anda memiliki penyakit lain seperti diabetes atau hipertensi, sebaiknya anda lebih sering memeriksakan ginjal Anda ke dokter. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan perawatan sedini mungkin dan mencegah risiko komplikasi dari penyakit ginjal.

Tips Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Terhindar Dari Penyakit Kronis

Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat

Beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga ginjal tetap sehat. Apa saja?

1. Minum air yang cukup, tapi jangan berlebihan

Terkait fungsi utama ginjal yang menyaring kotoran dari darah dan membuangnya menjadi urine lewat kandung kemih, cara terbaik menjaga organ ini tetap sehat adalah memastikan diri terhidrasi.

Saran ini mungkin terdengar klise, tapi asupan air sangat penting untuk membantu ginjal membersihkan natrium dan racun dari darah Anda.

Jika kita tidak cukup minum air, maka saringan kecil dalam ginjal bisa terhenti dan menyebabkan batu ginjal hingga infeksi. Orang sering tidak sadar mengalami dehidrasi ringan.

Sekilas, dehidrasi ringan tidak berbahaya. Tapi, bila keadaan ini terjadi cukup sering makan bisa mempegaruhi fungsi ginjal. Dalam keadaan normal, orang dewasa membutuhkan minum sekitar 2 liter sehari.

Baca Juga Halaman Lainnya:

5 Tips Diet Sehat Bagi Tubuh Zaman Sekarang

Bahan Olahan Paling Bagus Untuk Menu Diet Anda!

Tips dan Melirik Keguanaan Serum Untuk Wajah Menjadi Terawat

Program Diet Paling Ampuh Membakar Lemak 8KG Seminggu

Meski begitu, kebutuhan minum setiap orang berbeda bergantung pada banyak faktor. Namun, perlu digarisbawahi, minum berlebihan pun juga bisa merusak ginjal.

Hal ini diungkap oleh Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Aida Lydia. “Banyak minum air putih bisa sebabkan gangguan elektrolit di darah. Kadar natrium dan kalium dalam darah berkurang, sedangkan kadar cairan di tubuh meningkat sel tubuh jadi membengkak,”.

Kerja ginjal menjadi semakin berat karena harus menyaring cairan berlebih. Aida menyebut, glomerulus pada ginjal tidak akan kuat melakukan fungsi filtrasi. Jika sudah begitu, bisa saja terjadi gangguan pada ginjal.

2. Makan makanan sehat

Lagi-lagi, mungkin Anda berpikir saran ini sangat klise. Namun, yang perlu disadari, kebanyakan masalah pada tubuh memang bersumber dari makanan yang kita konsumsi. Lalu, seperti apa sih sebenarnya yang disebut makanan yang baik untuk ginjal?

Merangkum dari Healthline, makanan segar yang rendah sodium baik untuk ginjal. Misalnya saja kembang kol, blueberry, ikan, biji-bijian, dan masih banyak lagi. Makanan tersebut bisa membantu kita mengontrol berat badan agar terhindar dari obesitas.

Obesitas sendiri biasanya juga diikuti berbagai masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular. Penyakit-penyakit tersebut kerap kali menjadi pintu masuk untuk merusak ginjal. Untuk menghindari masalah-masalah kesehatan tersebut, Anda juga bisa mengurangi makanan yang tinggi lemak, garam, dan gula.

3. Olahraga dan hindari gaya hidup tidak aktif

Kebanyakan manusia modern saat ini cenderung memiliki gaya hidup tidak aktif. Misalnya saja, seharian duduk di kantor tanpa beranjak. Kabar buruknya, hal ini bisa berdampak buruk bagi ginjal. Ini bukan berarti Anda harus mengganti pekerjaan atau kemudian mendaftar di gym untuk olahraga sangat keras.

Anda cukup melakukan olahraga ringan seperti berjalan, lari kecil, atau bersepeda untuk menjaga tubuh tetap aktif. Memanfaatkan waktu luang untuk hobi beraktivitas di luar ruangan seperti berkebun juga bisa membantu ginjal Anda tetap sehat.

Ada baiknya, olahraga atau hobi Anda ini dilakukan secara teratur selama 30 hingga 60 menit sehari untuk memperoleh hasil maksimal.

4. Berhenti merokok

Bukan rahasia lagi, banyak tenaga medis maupun penelitian yang menunjukkan bahwa rokok memiliki efek buruk bagi kesehatan. Tak terkecuali untuk kesehatan ginjal. Untuk ginjal, merokok bisa merusak pembuluh darah dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan aliran darah lebih lambat ke seluruh tubuh, termasuk ginjal. Merangkum dari Cleveland clinic, ketika ginjal tidak mendapat aliran darah yang memadai, organ ini tidak dapat berfungsi secara optimal. Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi yang berbahaya untuk ginjal.

5. Jangan berlebihan minum obat warung

banyak orang di Indonesia yang sakit dengan mudah mengakses obat-obatan yang dijual bebas di warung hingga apotek. Mungkin tidak banyak yang berpikir kalau obat warung dapat menyimpan bahaya untuk ginjal.

Obat sakit kepala, demam, atau nyeri yang berisi ibuprofen dan naproxen bisa mengancam ginjal Anda jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu sering. Tak hanya obat warung, melansir dari WebMD, mengonsumsi antobiotik terlalu sering juga dapat merusak ginjal. Hal ini bahkan bisa terjadi pada ginjal yang benar-benar sehat. Untuk itu, ada baiknya konsultasikan obat yang digunakan pada dokter keluarga Anda.

6. Hati-hati konsumsi suplemen maupun obat herbal

Banyak orang berpikir suplemen makanan ataupun obat herbal tidak memiliki efek samping yang berbahaya bagi ginjal. Di Indonesia sendiri, obat herbal seperti jamu atau jenis lainnya juga digemari. Sayangnya, tak banyak yang paham bagaimana aturan konsumsinya. Untuk berjaga-jaga, tidak ada salahnya komunikasikan jenis suplemen maupun obat herbal yang akan Anda konsumsi.

7. Jauhi alkohol

Sama seperti merokok, alkohol juga sudah diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Mengonsumsi alkohol dalam jangka waktu lama sangat memungkinkan dapat menjadi penyebab masalah ginjal. Alkohol akan membuat Anda dehidrasi.

Ini membuat ginjal Anda harus bekerja keras. Lebih lanjut, konsumsi alkohol juga kerap dihubungkan dengan obesitas, penyakit liver, tekanan darah tinggi, dan kondisi lain yang menempatkan stres. Kondisi tersebut juga bisa memperberat kerja-kerja ginjal.

8. Lakukan pemeriksaan

Sangat penting untuk mengetahui risiko penyakit ginjal pada tubuh Anda. Untuk itu, cobalah lebih memperhatikan tubuh serta keluarga Anda. Orang yang memiliki kerabat dengan riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes biasanya memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ginjal.

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin terkait riwayat keluarga tersebut. Di luar riwayat penyakit keluarga, orang dengan risiko tinggi mengalami kerusakan ginjal dan sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan adalah: Berusia di atas 60 tahun Dilahirkan dengan berat badan lahir rendah Memiliki riwayat penyakit kardiovaskular Mengalami obesitas Pemeriksaan awal bisa membantu Anda mendapatkan pengobatan lebih awal pula.

Makanan dan Minuman Yang Cocok Untuk Menjaga Kesehatan Ginjal
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat
Apel dan Jus Beri
Apel
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat

Makanan yang baik untuk kesehatan ginjal pertama adalah apel. Apel termasuk buah rendah kandungan kalium yang ramah untuk ginjal. Apel juga mengandung serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan glukosa darah.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, kamu disarankan mengonsumsi apel dengan kulitnya yang telah dicuci bersih. Bila ingin divariasikan dengan buah rendah kalium lain, kamu juga dapat mencoba buah nanas, anggur, strawberry, dan blueberry.

Jus Beri
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat

Buah jenis berry seperti stroberi, blueberry, raspberry, atau cranberry mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membentengi tubuh dari serangan radikal bebas serta meningkatkan fungsi ginjal. Jus buah berry juga dapat membersihkan ginjal dari tumpukan mineral dan kalsium yang akan berubah menjadi kristal.

Bawang dan Air Lemon
Bawang
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat
Kenali Gejala Sakit Ginjal Dari Sekarang dan Tips Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat

Sebagai pengganti garam dalam masakan, kamu bisa menggunakan bawang sebagai salah satu makanan untuk kesehatan ginjal. Bawang dapat membuat sajian tetap terasa lezat sekaligus sehat.

Cobalah gunakan bawang putih dan bawang bombay sebagai bumbu dalam masakan, karena keduanya rendah kalium dan fosfor. Caranya, tumis bawang bersama bahan makanan yang ingin dimasak.

Air lemon

Meminum campuran lemon dengan air hangat atau madu dapat meningkatkan fungsi ginjal menjadi lebih sehat. Dilansir Boldsky, lemon yang bersifat asam akan meningkatkan kadar sitrat pada air seni. Kandungan sitrat yang tinggi akan menghambat pembentukan kristal di dalam ginjal.

Sayuran Rendah Kalium dan Air Kelapa
Sayuran Rendah Kalium

Pasien penyakit ginjal biasanya dianjurkan untuk membatasi asupan mineral kalium. Padahal, mineral ini banyak ditemukan dalam sayuran hijau. Walaupun begitu, kamu bisa memilih berbagai sayuran yang rendah kalium. Di antaranya yaitu kembang kol, kubis, lobak, timun, dan terong.

Air Kelapa

Selain menyegarkan, air kelapa juga sangat bagus untuk kesehatan ginjal. Dengan elektrolit yang tinggi, mengonsumsi air kelapa secara teratur dapat membantu maningkatkan fungsi ginjal agar dapat bekerja maksimal untuk menyaring air dan mineral di dalam tubuh.

Ikan dengan Asam Lemak Omega-3 dan Jus Nanas
Ikan dengan Asam Lemak Omega-3

Ikan salmon, makerel, sarden, kakap, dan tuna merupakan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan ginjal. Jenis-jenis ikan tersebut juga baik dikonsumsi oleh penderita gangguan ginjal.

Asam lemak omega-3 adalah nutrisi penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk fungsi ginjal. Bila tidak suka ikan, suplemen minyak ikan atau kacang-kacangan, seperti kenari, juga kaya kandungan asam lemak omega-3 yang baik untuk ginjal.

Jus nanas

Selain kadar asamnya yang tinggi, di dalam nanas juga terkandung enzim bromelain yang berfungsi menjaga kesehatan ginjal, menurunkan risiko iritasi ginjal, dan meningkatkan sirkulasi darah. Tak hanya itu saja, kandungan antioksidan yang tinggi juga akan meningkatkan kekebalan tubuh serta menyingkirkan racun berbahaya.

Buah Ceri dan Jus Buah Bit
Buah Ceri

Buah kecil yang sering menjadi penghias kue ini ternyata baik untuk ginjal. Buah ini memiliki kandungan seperti vitamin C, vitamin K, folat, vitamin B6, magnesium, dan sitrat. Semakin asam ceri, menandakan bahwa kadar sitrat pada buah tersebut juga tinggi.

Sitrat mengurangi asam urat dalam aliran darah, sehingga mempermudah fungsi ginjal untuk mengendalikan keasaman dalam tubuh. Selain baik untuk ginjal, buah ceri juga mengurangi terjadinya risiko penyakit asam urat. Selain sitrat, ceri juga mengandung kalium rendah.

Jus Buah Bit

Meminum jus yang terbuat dari buah bit secara teratur ternyata dapat membersihkan ginjal, lho. Di dalam buat bit terkandung antioksidan yang dapat membantu melarutkan dan membersihkan penumpukan kalsium fosfat dan struvite yang dapat mengkristal di dalam ginjal. Hal ini dapat menurunkan risiko penumpukan batu ginjal yang berbahaya bagi kesehatan.

Larutan Cuka Apel dan Jus Wortel
Larutan Cuka Apel

Sama seperti air lemon, cuka apel yang mengandung asam sitrat, asam asetat, dan asam fosfor juga dapat mencegah pembentukan batu ginjal yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, cuka apel juga kaya akan antioksidan yang dapat menghalau racun akibat radikal bebas. Namun, karena kadar asamnya yang sangat tinggi, sebaiknya campur cuka apel dengan segelas air putih sebelum diminum agar tidak mengganggu fungsi pencernaan.

Jus Wortel

Wortel mengandung karoten yang dapat membantu menghalau racun serta membantu melarutkan logam berat yang mungkin masuk ke dalam tubuh. Selain itu, serat di dalam jus wortel akan mengikat racun dan membawanya keluar dari tubuh.

Selain mengonsumsi makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan ginjal, kamu juga disarankan untuk minum air putih sekitar 8 gelas per hari, membatasi asupan kafein, serta menghindari minuman beralkohol dan makanan atau minuman yang mengandung banyak bahan kimia, seperti pewarna, perasa, dan pengawet.