Kuliner Manis Khas Nusa Tenggara Timur Yang Terkenal

 

Kuliner Manis Khas Nusa Tenggara Timur Yang Terkenal – Salah satu kegiatan menarik kalau kamu lagi traveling adalah wisata kuliner! Kamu benar-benar bisa nyicipin makanan khas daerah yang kamu datangi yang mana biasanya rasanya akan beda kalau kamu makan makanan yang sama di kota asal kamu. Rasanya lebih otentik dengan bahan asli daerah tersebut beserta latar tempat dan masyarakatnya. Nah berikut kita ulas 12 kuliner khas NTT yang wajib dicoba kalau kamu datang kesini.

Kuliner Manis Khas Nusa Tenggara Timur Yang Terkenal

1. JAGUNG TITI

Kuliner Manis Khas Nusa Tenggara Timur Yang Terkenal

Makanan ini khas dari daerah Larantuka, Flores Timur. Tapi ga cuma dimakan sama orang di Larantuka aja, tapi juga oleh masyarakat di sekitar Larantuka seperti Adonara, Lembata, dsb. Oleh masyarakat setempat dimakan sebagai cemilan atau penunda lapar. Kalau dari bentuknya, mirip cornflakes ya Gaes!

Bahan dasarnya adalah jagung, dimasaknya dengan digoreng tanpa menggunakan minyak kemudian ditumbuk. Untuk rasanya yang original mirip popcorn kalau ga dikasihin tambahan rasa asin atau caramel, hambar gitu. Tapi sekalinya kamu cicip, susah berenti ngunyahnya hehe. Kalau kamu request untuk buat yang manis, sebelum ditumbuk, dimasukkan dulu ke air gula.

2. MUKU LOTO

Kuliner Manis Khas Nusa Tenggara Timur Yang Terkenal

Makanan dengan nama unik ini berasal dari daerah Nagekeo (nama daerahnya juga unik ya) yang ada di Pulau Flores. Muku Loto sudah ada dari zaman para leluhur yang biasanya disajikan pada saat pesta adat, namun saat ini juga disajikan saat pesta perkawinan dan komuni pertama. Biasanya sih, dijadikan sebagai sayur oleh masyarakat setempat. Muku artinya pisang dan Loto artinya hancur, jadi basically makanan ini adalah pisang hancur.

3. KENA KITA

Kuliner Manis Khas Nusa Tenggara Timur Yang Terkenal

Kalau kamu coba browsing dengan keyword Kena Kita, pasti agak sulit dapet Kena Kita yang kamu maksud sebagai kuliner khas NTT karena namanya mirip kaya sebuah ungkapan. Kena Kita kuliner NTT ini berasal dari Pulau Palue, Kabupaten Sikka, yang sering dihidangkan sebagai pengganti nasi. Kuliner ini sejenis bubur yang isinya adalah ubi-ubian dan kacang. Biasanya disajikan dengan kelapa parut di atasnya supaya terasa lebih gurih. Selain itu, karena masyarakat Flores suka makanan pedas, ternyata Kena Kita ini sering disajikan dengan tambahan cabe rawit loh dan anehnya rasanya justru lebih enak!

4. RUMPU RAMPE

Ada yang bilang Rumpu Rampe adalah masakan khas Maumere, tapi ada juga yang bilang Larantuka, intinya kuliner ini khas dari daerah Flores bagian Timur. Kalau kamu bingung makanan apakah Rumpu Rampe ini, kalau umumnya orang bilang makanan ini adalah tumis bunga pepaya. Uniknya, sayur dengan bahan daun ubi dan daun pepaya ini tidak pahit karena sudah dinetralkan dengan garam.

5. Manggulu, Mirip Dodol yang Dibungkus Daun Pisang Kering

Kue tradisional NTT ini banyak didapatkan di kawasan Sumba Timur. Menurut cerita, Manggulu adalah salah satu kue kegemaran prajurit Belanda di masa lampau. Manggulu dibuat dari pisang yang dikeringkan bersama kacang, diolah sedemikian rupa hingga teksturnya mirip dengan dodol. Uniknya, kue ini dibungkus kecil-kecil menggunakan daun pisang kering. Kue ini cukup awet tanpa bahan pengawet, Teman Traveler.

6. Jawada, Mau Coba Kue Rambut Khas NTT?

Jawada bisa didapatkan saat Teman Traveler berkunjung ke Flores atau Pulau Alor. Kue berbentuk lucu, seperti bihun atau rambut yang dibentuk segitiga dan digoreng ini biasa disajikan pada upacara-upacara adat. Bahan utama pembuatan Jawada atau Kue Rambut adalah tepung beras, santan, gula aren dan air nira. Rasanya, perpaduan antara manis dan gurih dari santannya. Karena terbuat dari tepung beras, tekstur kue ini cukup renyah.

7. Meski Sekeras Kayu, Gula Hela Manisnya Nagih

Gula Hela dibuat dari nira pohon Lontar. Pernah mendangar namanya? Pohon Lontar memang tumbuh subur di kawasan Nusa Tenggara Timur. Mulai dari daun, batang, buah hingga bunganya dapat dimanfaatkan. Kue tradisional NTT ini teksturnya keras seperti sebatang kayu. Meski begitu, manisnya sangat alami, Teman Traveler. Gula Hela atau gula tarik dibuat dengan cara yang unik. Adonan nira yang sudah dimasak, lalu ditarik untuk kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhan.

8. Wajib Sarapan Cucur Oesao Saat ke Kupang!

Kue tradisional NTT yang satu ini, pasti tidak asing, kan Teman Traveler? Kue Cucur, cukup familiar. Nah! NTT juga punya kue cucur lho. Terutama saat Teman Traveler jalan-jalan ke Kupang. Di daerah ini, Cucur Oesao dimakan saat sarapan atau sebagai jajanan pagi hari. Bahan dan bentuk Cucur khas NTT tidak berbeda jauh dengan yang sering ditemukan di Pulau Jawa. Sama-sama manis dan nggak cukup kalau makan cuma satu.