Mengenal Baik Dan Buruknya Konsumsi Kuning Telur

Mengenal Baik Dan Buruknya Konsumsi Kuning Telur Untuk Kesehatan – Ada berbagai alasan mengapa tak sedikit orang gemar makan telur, mulai dari kandungan nutrisinya yang melimpah, harganya yang murah, hingga mudah diolah menjadi aneka hidangan lezat.

Mengenal Baik Dan Buruknya Konsumsi Kuning Telur Untuk Kesehatan

Mengenal Baik Dan Buruknya Konsumsi Kuning Telur Untuk Kesehatan
Mengenal Baik Dan Buruknya Konsumsi Kuning Telur Untuk Kesehatan

Dalam sebutir telur, terkandung 70-75 kalori. Sekitar 15 kalori berasal dari putih telur, dan sisanya (55 kalori) dari kuning telur. Selain itu, kuning telur mengandung sekitar 185 mg kolesterol dan 4,5 mg lemak. Inilah yang membuat kuning telur ditakuti dan dihindari oleh banyak orang.

Kuning telur

Kuning telur dikatakan sebagai bagian dari telur yang mengandung nutrisi penuh. Berfungsi sebagai pemasok utama makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio. Bagian ini mengandung sekitar 33% cairan telur dan sebagian besar terdiri dari sekitar 60 kalori. Kuning telur kaya akan vitamin, lemak omega, dan antioksidan.

Manfaat Tidak Baik Konsumsi Kuning Telur

Namun, Anda harus memperhatikan beberapa efek samping dari makan kuning telur seperti:

1. Kalori yang berlebihan

Telur berukuran rata-rata biasanya mengandung 75 kalori. Jumlah kalori yang Anda konsumsi setiap hari dapat menyebabkan kenaikan berat bada. Studi menunjukkan bahwa lebih dari 3.500 kalori dapat memberi tambahan berat badan. Dengan demikian, makan terlalu banyak telur per hari dapat menyebabkan peningkatan berat badan dalam waktu kurang dari tiga minggu.

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Terkadang makan kuning telur dianggap seburuk kebiasaan merokok, terutama untuk orang dengan penyakit jantung. Ini dapat menyebabkan pembentukan plak di dinding arteri bagian dalam dan kemudian mengeras di arteri yang menyebabkan aterosklerosis. Hal ini dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung, terutama pada pasien yang lebih tua.

3. Kolesterol yang kaya

Ketika berbicara tentang efek samping dari makan telur, yang paling sering disalahkan adalah kuning telur. Karena jumalah lemak jenuh yang tinggi terdapat pada kuning telur. Kadar kolesterol yang ditemukan dalam kuning telur ini dapat membahayakan hati, menyebabkan kematian dan peradangan sel yang akhirnya dapat menyebabkan sirosis hati. Namun, ada penelitian yang mengungkapkan bahwa ketika komponen ini berasal dari sumber hewani, mereka sangat bermanfaat bagi kesehatan Anda. Membantu dalam mengatur jalur protein yang penting dalam memberi sinyal dan mengatur proses yang berbeda dari tubuh.

4. Adanya endotoksin

Endotoksin adalah zat beracun yang dilepaskan selama proses matinya bakteri, dapat menyebabkan peradangan di tubuh, menyebabkan penyakit kronis dan penyakit kardiovaskular. Beberapa di antaranya termasuk radang sendi, penyakit Alzheimer, dan bahkan kanker.

Baca Juga Halaman Lainnya:

5 Tips Diet Sehat Bagi Tubuh Zaman Sekarang

Bahan Olahan Paling Bagus Untuk Menu Diet Anda!

Tips dan Melirik Keguanaan Serum Untuk Wajah Menjadi Terawat

Program Diet Paling Ampuh Membakar Lemak 8KG Seminggu

Manfaat Baik Konsumsi Kuning Telur

Meski mengandung kolesterol dan kalori yang cukup banyak, kuning telur sebenarnya memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Beberapa manfaat kuning telur adalah:

1. Baik untuk tulang dan gigi

Kuning telur merupakan salah satu sumber alami vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang, gigi, dan otot, serta membantu penyerapan kalsium. Kandungan vitamin D pada kuning telur dapat membantu menjaga kesehatan dan memperkuat tulang dan gigi.

2. Mengandung protein yang cukup tinggi

Kuning telur merupakan salah satu sumber protein yang baik. Dalam sebutir telur, terkandung sekitar 2,5 gram protein dalam bagian kuning telurnya.

Protein merupakan salah satu jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan tubuh, memperkuat daya tahan tubuh, serta menunjang tumbuh kembang yang optimal pada anak.

3. Mencegah penyakit mata

Kuning telur kaya akan kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Kedua jenis nutrisi tersebut memiliki khasiat dapat membantu mencegah penyakit mata, seperti katarak dan degenerasi makula.

4. Mengurangi risiko cacat tabung saraf

Kuning telur mengandung kolin dan folat yang cukup tinggi. Kedua nutrisi ini berperan penting dalam menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin dan memastikan otak janin dapat berkembang dengan baik. Beberapa studi juga menyebutkan bahwa kolin dan folat dapat mengurangi kekambuhan gejala asma.

5. Mengurangi peradangan dan risiko penyakit kronis

Walau lemak telur banyak tersimpan di bagian kuningnya, sebagian lemak tersebut adalah lemak sehat omega-3. Oleh karena itu, pilihlah telur berlabel omega-3 yang baik untuk kinerja otak dan memori, serta dapat mengurangi peradangan dalam tubuh dan menurunkan risiko penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, asma, radang sendi, dan kanker.

6. Baik untuk rambut

Kuning telur bisa dijadikan masker rambut yang baik untuk memberi nutrisi pada rambut, melembapkan rambut yang kering, menguatkan rambut, dan mengurangi kerontokan.

Tips Aman Mengonsumsi Telur

Meski ada banyak manfaat kuning telur yang bisa kita dapatkan, banyak ahli gizi yang menyarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi kuning telur. Mengapa? Salah satu alasannya adalah karena kandungan kolesterol dalam kuning telur yang cukup tinggi.

Meski demikian, beberapa studi menyatakan bahwa konsumsi telur dalam batas wajar terlihat tidak meningkatkan kadar kolesterol secara drastis. Namun agar lebih aman, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Jika tubuh Anda sehat, konsumsi telur hingga sebanyak 3 butir per hari masih dianggap aman.
  • Jika Anda menderita penyakit jantung dan kolesterol tinggi, sebaiknya batasi konsumsi telur hingga tidak melebihi 3 butir telur per minggu.
  • Konsumsi telur yang sudah matang sepenuhnya. Hal ini karena telur mentah atau setengah matang dapat menyebabkan keracunan makanan.
  • Lebih baik masak telur dengan cara direbus tanpa garam. Menggoreng telur dapat meningkatkan kandungan lemaknya hingga 50%.
Putih telur

Putih telur adalah cairan bening yang terkandung di dalam telur. Putih telur bertindak sebagai perlindungan alami bagi kuning telur, memberikan nutrisi tambahan untuk mendukung pertumbuhan embrio. Putih telur terdiri dari 90% air dan 10% protein termasuk albumin, globulin, dan mucoprotein.

Seperti kuning telur, ada beberapa efek samping dari makan putih telur, termasuk:

1. Resiko tinggi Salmonella

Salmonella adalah jenis bakteri yang biasa ditemukan di usus ayam. Mungkin juga ada pada telur, baik di permukaan luar maupun dalam. Telur mentah biasanya terkontaminasi, dengan demikian, harus dimasak dengan benar dan lama dengan suhu tinggi untuk menghancurkan semua Salmonella yang ada. Termasuk waktu memasak yang lebih lama pada suhu yang sangat tinggi. makanlah telur rebus atau goring untuk memastikan dan mencegah bakteri salmonella masuk ketubuh Anda. Perlu diingat dan dilakukan untuk selalu mencuci tangan dan membersihkan wadah makanan dengan sabun dan air.

2. Penipisan biotin

Biotin, juga dikenal sebagai Vitamin H atau Vitamin B7, penting untuk kesehatan kulit. Konsumsi putih telur mentah dapat menyebabkan penipisan biotin, sehingga menyebabkan kondisi kulit seperti dermatitis dan cradle cap dan dapat mempengaruhi otot-otot di tubuh Anda. Rambut rontok juga merupakan salah satu tanda kurangnya biotin dalam tubuh.

3. Alergi

Alergi telur lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh reaksi tubuh dari makan putih telur karena adanya protein albumin. Beberapa gejalanya yaitu munculnya ruam dan gatal-gatal, pembengkakan kulit, mual, muntah, diare, batuk, mengi, dan kram. Gejala yang paling parah yaitu kesulitan bernafas karena sumbatan saluran udara serta pembengkakan tenggorokan.

4. Protein berlebih

Putih telur kaya akan protein, yang tidak dianjurkan untuk mereka yang menderita masalah ginjal. Aliran cairan di ginjal mungkin terganggu karena adanya jumlah protein yang tinggi dalam tubuh.

Meskipun ada banyak efek samping dari makan telur, ketika Anda memakannya dalam jumlah sedang, tidak akan menjadi masalah. Makan se-butir telur dalam sehari tidak akan menunjukan risiko yang signifikan pada peningkatan penyakir jantung pada pria maupun wanita. Mengkonsumsi 2 kali sehari juga tidak menunjukkan efek negatif seperti yang diamati pada sebagian besar populasi, kecuali untuk orang yang menderita diabetes. Masih belum ada penelitian tentang hasil makan lebih dari 3 butir telur per hari.