Mengenal Deretan Drone Mematikan Yang Di Miliki Amerika

Mengenal Deretan Drone Mematikan Yang Di Miliki Amerika – Baru-baru ini, dunia telah dihebohkan karena Amerika Serikat (AS) melakukan penyerangan yang menewaskan pemimpin militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani dengan sebuah drone militer yakni MQ-9 Reaper.

Mengenal Deretan Drone Mematikan Yang Di Miliki Amerika

Mengenal Deretan Drone Mematikan Yang Di Miliki Amerika
Mengenal Deretan Drone Mematikan Yang Di Miliki Amerika

Drone ini terbang nyaris tanpa suara dan meluncurkan misil Hellfire yang menghancurkan konvoi mobil Jenderal Iran tersebut. Selain itu, drone juga dinilai efisien sebagai alat pengintai atau membantu mencari target. Dilansir dari army-technology.com, berikut 8 drone militer terbaik di dunia :

Drone tempur ini dikembangkan oleh General Atomics Aeronautical Systems, Inc (GA-SI), perusahaan pengembang drone dan radar untuk militer AS juga komersial.

Penerbangan pertamanya dilakukan pada bulan April 2009. Predator C memiliki berat lepas landas maksimum 8.255kg dan total kapasitas muatan pesawat adalah 2948kg.

Muatan senjatanya sendiri termasuk rudal Hellfire, unit bom terpandu (GBU) -12/49 bom berpemandu laser, GBU-31 GBU-32, GBU-38 38 amunisi serangan langsung gabungan (JDMA) dan GBU-39 dan GBU-16/48 bom.

Predator C Avenger menawarkan kecepatan operasional dan transit yang lebih besar daripada seri sebelumnya, Predator B (MQ-9 Reaper). Didukung oleh mesin turbofan Pratt dan Whitney PW545B, drone tempur ini mampu mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki. Serta memiliki kecepatan maksimum 400k dan daya tahan 20 jam.

Predator C Avenger

Drone tempur ini dikembangkan oleh General Atomics Aeronautical Systems, Inc (GA-SI), perusahaan pengembang drone dan radar untuk militer AS juga komersial.

Penerbangan pertamanya dilakukan pada bulan April 2009. Predator C memiliki berat lepas landas maksimum 8.255kg dan total kapasitas muatan pesawat adalah 2948kg.

Muatan senjatanya sendiri termasuk rudal Hellfire, unit bom terpandu (GBU) -12/49 bom berpemandu laser, GBU-31 GBU-32, GBU-38 38 amunisi serangan langsung gabungan (JDMA) dan GBU-39 dan GBU-16/48 bom.

Predator C Avenger menawarkan kecepatan operasional dan transit yang lebih besar daripada seri sebelumnya, Predator B (MQ-9 Reaper). Didukung oleh mesin turbofan Pratt dan Whitney PW545B, drone tempur ini mampu mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki. Serta memiliki kecepatan maksimum 400k dan daya tahan 20 jam.

1. Predator C Avenger

Drone tempur ini dikembangkan oleh General Atomics Aeronautical Systems, Inc (GA-SI), perusahaan pengembang drone dan radar untuk militer AS juga komersial.

Penerbangan pertamanya dilakukan pada bulan April 2009. Predator C memiliki berat lepas landas maksimum 8.255kg dan total kapasitas muatan pesawat adalah 2948kg.

Muatan senjatanya sendiri termasuk rudal Hellfire, unit bom terpandu (GBU) -12/49 bom berpemandu laser, GBU-31 GBU-32, GBU-38 38 amunisi serangan langsung gabungan (JDMA) dan GBU-39 dan GBU-16/48 bom.

Predator C Avenger menawarkan kecepatan operasional dan transit yang lebih besar daripada seri sebelumnya, Predator B (MQ-9 Reaper). Didukung oleh mesin turbofan Pratt dan Whitney PW545B, drone tempur ini mampu mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki. Serta memiliki kecepatan maksimum 400k dan daya tahan 20 jam.

2. CH-5

Drone CH-5, atau yang sering disebut juga dengan nama Rainbow, dirancang dan dikembangkan oleh China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). CH-5 diperkenalkan pertama kali pada November 2016 dan memiliki bentuk menyerupai pesawat MQ-9 Reaper buatan AS.

Drone tempur ini mampu melakukan misi tempur, pengintaian, pengawasan, patroli, dan penentuan posisi target. CH-5 sendiri memiliki berat lepas landas maksimum 3.300kg dan kapasitas muatan 1.200 kg. Pada setiap sayap kerasnya dapat memuat senjata yang terdiri dari rudal anti-armor AR-2 SAL dan dua paket rudal SAL-1 AR.

Selain itu, CH-5 didukung oleh mesin tunggal 330HP, dapat mencapai kecepatan 118k dengan daya tahan maksimum 60 jam.

Heron TP atau juga dikenal dengan nama Eitan, adalah drone tempur yang dirancang dan dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI), produsen kedirgantaraan dan penerbangan utama milik Israel.

Baca Juga Halaman Lainnya:

5 Tips Diet Sehat Bagi Tubuh Zaman Sekarang

Bahan Olahan Paling Bagus Untuk Menu Diet Anda!

Tips dan Melirik Keguanaan Serum Untuk Wajah Menjadi Terawat

Program Diet Paling Ampuh Membakar Lemak 8KG Seminggu

Eitan sendiri hanya dipakai oleh Angkatan Pertahanan Israel (IDF). Drone ini mampu membawa muatan maksimum 2.700 kg, yang mencakup beberapa sistem misi seperti Synthetic Aperture Radar (SAR), Global System for Mobile communications (GSM), sensor intelijen komunikasi, dan muatan tempur seperti bom dan misil darat.

Didukung oleh mesin 1.200 bhp Pratt dan Whitney PT-6A tunggal, pesawat dapat bertahan selama lebih dari 30 jam saat terbang dengan kecepatan maksimum 220k. Berat take-off maksimum yang diizinkan dari pesawat adalah 5,670kg.

4. Yabhon United 40

Yabhon United 40, atau yang dikenal Smart Eye 2, dirancang dan dikembangkan oleh produsen ADCOM Systems yang berbasis di Uni Emirat Arab. Saat ini, Yabhon United 40 telah melayani pasukan Aljazair dan secara lokal dinamai Aljazair 54.

Drone ini mampu membawa muatan maksimum 1.000 kg, yang mencakup sensor dan sistem pengawasan seperti platform kamera, synthetic aperture radar (SAR), dan sonar.

Drone tempur ini menawarkan empat buah polong di bawah sayap untuk membawa amunisi seberat 400kg. Selain itu dapat juga menambah muatan eksternal di dekat perut badan drone.

Yabhon United 40 didukung oleh sistem propulsi turbin-listrik hybrid, dapat mencapai kecepatan maksimum 118k dan dapat tetap mengudara selama 120 jam. Berat take-off maksimum yang diizinkan dari dronie adalah 1.500kg.

Drone buatan GA-SI ini baru memasuki tahap pengembangan namun diproyeksikan siap melayani Angkatan Udara Britania Raya pada tahun 2020.

MQ-9B SkyGuardian memiliki berat lepas landas maksimum 5.670kg dan memiliki sembilan stasiun muatan, yang dapat menampung muatan maksimum 1.814kg. Itu mampu membawa muatan tempur sepert bom dengan laser GBU-12 Paveway II seberat 500lb atau rudal Hellfire AGM114.

GA-SI menanamkan fitur canggih pada SkyGuardian yaitu sebuah sistem otomatis untuk mendeteksi dan menghindar. Selain itu drone ini mampu terbang pada ketinggian di atas 40.000 kaki dengan kecepatan maksimum 210k dan tetap bisa mengudara selama lebih dari 40 jam.

6. MQ-1C Gray Eagle

MQ-1C Gray Eagle dirancang oleh GA-SI dan dikembangkan sebagai bagian dari rencana modernisasi Penerbangan Angkatan Darat AS. Drone ini mampu membawa muatan total seberat 488kg dengan bahan bakar penuh dan muatan eksternal masing-masing 261kg dan 227kg.

Versi drone tempurnya dapat membawa empat rudal Hellfire, serak sensor EO / IR, SAR, dan sensor relai komunikasi. Gray Eagle sendiri didukung oleh mesin Thielert 165 HP, MQ-1C dan memiliki berat lepas landas maksimum 1.633kg

Ketinggian dan kecepatan maksimum dari drone ini adalah 29.000 kaki dan 167k. Gray Eagle memiliki daya tahan maksimum 25 jam, sedangkan versi tempurnya menawarkan daya tahan 40 jam.

Drone MQ-9 Reaper ini dikembangkan oleh GA-SI dan sudah dipakai di banyak negara seperti Angkatan Udara AS, NASA, Angkatan Udara Britania Raya, angkatan udara Italia, Prancis, dan Spanyol.

Drone tempur ini dua kali lebih cepat dari Predator pendahulunya dan dapat membawa muatan 500% lebih banyak. Predator B juga mampu mencapai ketinggian maksimum hingga 50.000 kaki dan memiliki kecepatan maksimum 240k dengan daya tahan 27 jam.

Didukung oleh mesin turboprop Honeywell TPE331-10, Predator B dapat menampung muatan maksimum 1.746kg, termasuk muatan eksternal 1,361kg. Ini mampu membawa muatan multi-misi seperti sistem EO / IR, radar multi-mode Lynx, radar pengawasan maritim multi-mode, electronic support measures (ESM), dan perancang laser.

Itu juga termasuk dapat mememuat berbagai sistem senjata, seperti rudal GM-114 Hellfire, bom GBU-12 Paveway II, dan kit GBU-JDAM.

8. CAIG Wing Loong

Wing Loong II dirancang dan dikembangkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Drone ini telah melayani Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF).

Wing Loong II biasanya digunakan untuk misi pengawasan, pengintaian, dan serangan udara, serta drone ini dapat membawa muatan eksternal maksimum 480kg. Muatannya dapat membawa hingga 12 bom atau rudal berpemandu laser, termasuk bom FT-9/50, bom GB3 seberat 250kg berpemandu laser, dan rudal TL-10.

Drone ini hanya mampu berada pada ketinggian menengah yaitu 32.480 kaki, memiliki kecepatan maksimum 199k dengan daya tahan selama 32 jam dan berat lepas landas 4.200kg.