Mengenal Perbedaan Sayur Organik dan Non Organik

Mengenal Perbedaan Sayur Organik dan Non Organik – Tren hidup sehat yang makin meningkat mendorong masyarakat untuk mengonsumsi sayuran organik daripada non-organik. Hal Ini karena sayur organik dianggap lebih aman untuk dikonsumsi, karena tidak mengandung residu pestisida sebanyak sayur non-organik.

Mengenal Perbedaan Sayur Organik dan Non Organik Beserta Manfaat Untuk Kesehatan

Mengenal Perbedaan Sayur Organik dan Non Organik Beserta Manfaat Untuk Kesehatan
Mengenal Perbedaan Sayur Organik dan Non Organik Beserta Manfaat Untuk Kesehatan
Mengenal Sayuran Organik

Menurut penjelasan di dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 1 tahun 2017 tentang Pengawasan Pangan Olahan Organik, sayuran organik merupakan hasil panen sayuran yang proses penanamannya menerapkan pengelolaan ramah lingkungan. Misalnya, penggunaan daur ulang sisa tumbuhan dan ternak sebagai pupuk, atau pengendalian hama tanpa pestisida. Dari proses penanaman sampai panen, pangan organik ini tidak menggunakan bahan kimia.

Mari kita simak penelitian dan pendapat ahli berikut ini:

Dalam penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, Cambridge University, Inggris, diungkapkan bahwa sayuran organik memiliki kadar antosianin dan flavonol 50% lebih banyak dibandingkan sayuran yang ditanam secara non-organik. Kedua senyawa tersebut gunanya untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Meski demikian, menurut Prof. Dr.Ir. Ali Khomsan, MS, guru besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian IPB, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan manfaat yang signifikan antara tanaman organik maupun yang ditanam biasa. “Dilihat dari aspek keamanan, sayuran organik memang lebih aman, karena cemaran pestisidanya nyaris tidak ada. Tapi, dilihat dari aspek gizi, belum ada kesimpulan yang pasti bahwa sayur organik lebih bergizi,” jelasnya.

Tips Membedakan Sayuran Organik dan Non-organik Secara Bentuk Fisik

Secara kasat mata, bisa jadi sulit membedakan mana sayuran yang organik. Nah, jika Bunda ingin membuat resep sayur untuk anak menggunakan jenis sayuran ini , berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Label Kemasan

Produk sayuran organik yang dijual di Indonesia wajib memenuhi ketentuan dari pemerintah dan mencantumkan logo bertuliskan “Organik Indonesia”. Ini salah satu jaminan bahwa sayuran tersebut adalah organik. Jadi sebelum membeli, pastikan logo ini ada di kemasan sayur, ya Bunda.

Penampilan Fisik

Salah satu ciri sayuran organik bisa dicek dari penampilan fisiknya. Pada bagian daun biasanya masih terdapat lubang-lubang kecil bekat gigitan ulat. Ini tandanya sayuran tersebut tidak menggunakan pestisida untuk mengusir hama.

Ukuran

Jangan tertipu dengan ukuran. Biasanya, sayuran organik itu memiliki ukuran lebih kecil dibanding sayuran non-organik. Ini karena sayuran organik tidak diberikan bahan kimia yang dapat memicu pertumbuhannya.

Perbedaan sayuran organik dan non organik dapat dilihat dari beberapa Aspek Penaman, antara lain:
Proses persiapan dan pemilihan bibit

Persiapan bibit pada penanaman sayuran organik berasal dari tanaman alami, sedangkan bibit sayuran non organik berasal dari hasil rekayasa atau persilangan genetik.

Proses pengolahan tanah

Sebagian besar penanaman sayuran non organik menggunakan traktor mesin, sehingga tanah menjadi padat dan mengakibatkan organisme tanah mati. Sedangkan pada sayuran organik tanah diolah seminimal mungkin, sehingga organime tanah tetap hidup dan memperkecil risiko kerusakan tanah.

Proses penyemaian atau persiapan penanaman bibit

Penyemaian sayuran organik dilakukan secara alami tanpa pestisida, sedangkan sayuran non organik dilakukan dengan pestisida dan bahan kimia.

Proses penanaman

Pada sayuran organik, proses penanaman hingga panen menggunakan teknik sejenis bibit dan tidak ada kombinasi. Sedangkan penanaman sayuran non organik terdapat variasi tanaman dan tentunya menggunakan penataan tanaman yang lebih baik dari sayuran organik.

Proses pengairan

Pengairan sayuran organik menggunakan air bersih dan bebas dari bahan kimia untuk pengairan, sedangkan pada pertanian organik menggunakan air yang sudah dicampur dengan pestisida dan bahan kimia untuk menjaga tanaman tetap sehat serta mempercepat pertumbuhan.

Proses pemupukan

Sebagian besar pemupukan sayuran organik menggunakan pupuk kandang dan kompos buatan petani sendiri, sedangkan sayuran non organik menggunakan pupuk kimia buatan pabrik.

Proses panen produksi

Hasil panen sayuran organik lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi, sementara hasil pertanian anorganik kurang baik dan kemungkinan sudah tercemar zat kimia.

Ini 10 manfaat sayuran organik untuk hidup lebih sehat
1. Jauh lebih sehat untuk dikonsumsi

Tidak dipungkiri lagi mengonsumsi sayuran organik jauh lebih menyehatkan. Hal ini karena sayuran organik tidak menggunakan bahan-bahan kimiawi yang dapat merusak kandungan nutrisi dan vitamin di dalam sayuran tersebut. Selain itu tanpa penggunaan bahan-bahan kimiawi juga akan lebih baik untuk tubuh ketika dicerna.

2. Memiliki kualitas yang jauh lebih segar

Sayuran organik juga memiliki kualitas yang jauh lebih segar dibanding yang tidak organik. Hal ini karena sayuran organik tidak menggunakan pengawet yang dapat merusak kualitas dan rasa dari sayuran itu sendiri. Hal ini juga kenapa sayuran organik lebih sering dijual langsung untuk menjaga kesegaran sayuran.

3. Dapat memperkuat sistem imun

Biasanya produksi sayuran atau buahan untuk mendapatkan hasil yang baik dilakukan modifikasi genetik, dengan dilakukannya hal ini dapat mengakibatkan penurunan sistem imun jika kita mengonsumsi sayuran tersebut. Hal ini tidak berlaku bagi sayuran organik karena proses bertanam dilakukan secara alami dan tanpa modifikasi genetika apapun. Sistem imun dibutuhkan oleh tubuh kita yang didapat dari kandungan nutrisi dan vitamin yang terdapat dari sayuran maupun buahan.

4. Kandungan antioksidan yang lebih tinggi

Sayuran organik memiliki kandungan antioksidan yang jauh lebih tinggi, hal ini dipengaruhi karena penanaman sayuran organik tidak menggunakan bahan-bahan kimiawi yang dapat merusak kandungan vitamin, nutrisi dan termasuk antioksidan. Antioksidan sangat dibutuhkan tubuh untuk melindungi dari sakit seperti jantung, kanker, gangguan penglihatan, penuaan dini, sampai gangguan kognitif. Mengonsumsi sayuran organik akan memastikan bahwa tubuh mendapatkan asupan antioksidan yang sangat dibutuhkan.

Baca Juga Halaman Lainnya:

5 Tips Diet Sehat Bagi Tubuh Zaman Sekarang

Bahan Olahan Paling Bagus Untuk Menu Diet Anda!

Tips dan Melirik Keguanaan Serum Untuk Wajah Menjadi Terawat

Program Diet Paling Ampuh Membakar Lemak 8KG Seminggu

5. Meningkatkan pertumbuhan otak

Sayuran organik juga bebas GMO (Genetically Modified Organism) atau proses modifikasi genetik pada sayuran dan buahan menggunakan teknik genetik sehingga menyebabkan DNA sayuran tersebut berubah. Hal ini jika dilakukan dan dikonsumsi, maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan otak yang lambat sampai kerusakan organ dalam. Sayuran organik cenderung bebas GMO karena semua prosesnya natural sehingga bukan hanya baik untuk pertumbuhan otak, tapi juga banyak manfaat untuk tubuh lainnya.

Jangan ragu harus mendapatkan sayuran organik dimana, setelah baca manfaat sayuran organik ini kamu bisa membeli semua sayuran organik di Sayurbox, lho. Yuk, cek produknya sekarang!

6. Menjaga tubuh terbebas dari racun

Sayuran organik dalam prosesnya tidak menggunakan bahan-bahan kimia baik untuk pupuk maupun pengusir hama maka dia akan bebas dari bahan-bahan berbahaya. Hal ini juga menyebabkan tubuh kita jika mengonsumsinya dapat terbebas dari bahan-bahan berbahaya tersebut. Bahan-bahan kimia yang ada dalam tubuh kita akan memiliki dampak yang tidak baik untuk tubuh, menyebabkan penurunan daya tahan tubuh yang menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit.

7. Lingkungan yang terjaga

Sudah tidak dipungkiri lagi sayuran yang ditanam organik akan lebih baik untuk lingkungan. Hal ini dipengaruhi oleh sayuran organik yang bebas bahan kimia. Karena bahan kimia bukan hanya buruk untuk tubuh kita tapi juga buruk untuk lingkungan sekitar. Tanah yang tercemar bahan kimia pada dasarnya sudah tidak baik, hal ini mempengaruhi lingkungan yang kita tinggali sampai udara yang kita hirup juga.

8. Rasa yang jauh lebih enak

Tidak digunakannya bahan pengawet dalam penumbuhan sayuran organik juga menjaga rasa sayuran tersebut jauh lebih enak. Bahan pengawet selain mempengaruhi kualitas dari sisi kesegaran, juga mempengaruhi kualitas dari sisi rasa. Sayuran organik memiliki rasa yang lebih kuat, dikonsumsi mentah maupun dimasak tidak akan merubah rasa sayuran tersebut.

9. Jauh lebih aman dikonsumsi

Ini adalah faktor utama kenapa sayuran organik akan jauh lebih baik untuk kesehatan tubuh, karena bebas bahan pengawet, bahan kimia yang tidak digunakan baik untuk pupuk maupun pengusir hama. Karena proses penanaman sayuran organik benar-benar tanpa bahan-bahan berbahaya akan lebih baik dan mudha untuk dikonsumsi oleh tubuh. Selain aman untuk jangka panjang, juga baik untuk kesehatan.

10. Dapat menjaga kesehatan jantung

Sayuran organik juga bisa menjaga kesehatan jantung loh. Penyakit jantung jadi salah satu penyakit paling menakutkan, namun bisa dicegah dan diminimalisir kemungkinannya dengan mengonsumsi sayuran organik. Sayuran organik yang lebih tinggi antioksidan ini sudah pasti mampu menjaga tubuh dari sakit seperti jantung.