Tahukah Anda Berlebihan Konsumsi Vitamins C Berakibat Fatal?

Tahukah Anda Berlebihan Konsumsi Vitamins C Berakibat Fatal? – Salah satu vitamin yang sangat penting bagi kesehatan tubuh adalah vitamin C. Vitamin ini bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak mudah jatuh sakit. Tak hanya dengan mengonsumsi buah-buahan, kita bisa mendapatkan vitamin C dari suplemen. Hanya saja, seringkali suplemen vitamin C ini memiliki dosis tinggi. Apakah tidak apa-apa jika kita sampai mengonsumsi vitamin C dengan berlebihan?

Tahukah Anda Berlebihan Konsumsi Vitamins C Berakibat Fatal?

Tahukah Anda Berlebihan Konsumsi Vitamins C Berakibat Fatal?
Tahukah Anda Berlebihan Konsumsi Vitamins C Berakibat Fatal?
Dampak Kelebihan Vitamin C bagi tubuh

Kita tentu pernah melihat suplemen atau minuman vitamin C yang menawarkan vitamin ini dalam dosis yang cukup tinggi, yakni mencapai 1.000 mg, bukan? Sebenarnya, seberapa banyak sih kebutuhan vitamin C harian kita?

Pakar kesehatan menyebut kebutuhan vitamin C orang dewasa per hari ternyata hanya sekitar 65 hingga 90 miligram saja. Hanya saja, kita masih bisa mendapatkan vitamin C maksimal hingga 2.000 miligram.

Melihat fakta ini, jika kita makan dua buah jeruk saja dalam sehari, sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan vitamin C harian. Jika kita mengonsumsinya lebih banyak atau memakan buah-buahan lainnya dan masih menambah suplemen vitamin C, maka asupan vitamin ini tentu akan lebih banyak.

Baca Juga Halaman Lainnya:

5 Tips Diet Sehat Bagi Tubuh Zaman Sekarang

Bahan Olahan Paling Bagus Untuk Menu Diet Anda!

Tips dan Melirik Keguanaan Serum Untuk Wajah Menjadi Terawat

Program Diet Paling Ampuh Membakar Lemak 8KG Seminggu

Khusus untuk anak-anak, batasan maksimal asupan vitamin C bervariasi sesuai dengan usianya. Sebagai contoh, anak dengan usia kurang dari 3 tahun maksimal hanya bisa mengonsumsi 400 mg vitamin C setiap hari, anak dengan usia 4 hingga 8 tahun maksimal konsumsinya adalah 650 mg, anak dengan usia 9 hingga 13 tahun maksimal konsumsinya adalah 1.200 mg, dan anak dengan usia 14 hingga 18 tahun maksimal konsumsinya sebaiknya hanya 1.800 mg.

Pakar kesehatan Katherine Zeratsky dari American Dietetic Association menyebut asupan vitamin C dalam dosis tinggi secara umum aman karena tubuh memiliki mekanisme tersendiri membuang kelebihan vitamin C lewat buang air kecil. Sebaliknya, jika kita sampai kekurangan asupan vitamin C, maka akan lebih mudah terkena sariawan dan gusi berdarah, mudah jatuh sakit, mudah terkena anemia, hingga tidak mudah sembuh dari masalah kesehatan.

Jika kita sampai kelebihan asupan vitamin C, maka bisa mengalami gejala kesehatan seperti diare, mual-mual, kram perut, perut kembung, serta mengalami gangguan pencernaan lainnya. Masalahnya adalah jika kita mengalami kelebihan vitamin C dalam jangka panjang, dampaknya bisa lebih serius.

Dampak Kelebihan Vitamin C Dalam Jangka Panjang

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, konsumsi vitamin C dosis tinggi dalam jangka panjang bisa memberikan efek kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Brikut adalah efek-efek kesehatan tersebut.
Bisa Meningkatkan Risiko Terkena Batu Ginjal

Penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Kidney International menghasilkan fakta bahwa wanita yang terbiasa mengonsumsi vitamin C hingga 4.000 mg atau bahka lebih dalam jangka waktu 4 bulan sudah mampu meningkatkan risiko batu ginjal dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya senyawa oksalat di dalam tubuh yang akhirnya berimbas pada terbentuknya batu ginjal.

Bisa Menyebabkan Osteofit

Pakar kesehatan dari Arthritis Foundation menyebut kelebihan asupan vitamin C bisa menyebabkan datangnya masalah osteofit atau benjolan tulang yang bisa ditemukan di sekitar persendian atau tulang yang bisa memicu sensasi nyeri.

Bisa Menyebabkan Ketidakseimbangan Nutrisi

Berlebihan mengonsumsi suplemen vitamin C juga bisa membuat kemampuan tubuh dalam mencerna nutrisi makanan terganggu. Sebagai contoh, tubuh kesulitan menyerap tembaga serta vitamin B 12. Penyerapan zat besi juga cenderung sulit dilakukan sehingga bisa membuat kita lebih rentan terkena masalah anemia.