Tahukah Anda Manfaat dan Efek Samping Mengkonsumsi Basil?

Tahukah Anda Manfaat dan Efek Samping Mengkonsumsi Basil? – DokterSehat.com – Daun basil adalah salah satu tanaman herbal yang dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan dalam berbagai menu makanan. Daun basil juga digunakan sebagai obat herbal alternatif. Apakah Anda pernah mencicipi daun basil? Ketahui kandungan nutrisi daun basil, manfaat daun basil, perbedaan daun basil dan kemangi, dll.

Tahukah Anda Manfaat dan Efek Samping Mengkonsumsi Basil?

Tahukah Anda Manfaat dan Efek Samping Mengkonsumsi Basil?
Tahukah Anda Manfaat dan Efek Samping Mengkonsumsi Basil?
Kandungan Nutrisi Daun Basil

Daun basil adalah tanaman herbal yang tumbuh di Asia dan Afrika. Daun basil memiliki nama Latin Ocimum basilicum dan masih satu keluarga dengan daun mint dan daun kemangi. Daun basil memiliki beberapa jenis lainnya, yaitu sweet basil, lemon basil, holy basil, dan Thai basil.

Daun basil digunakan dalam bidang kuliner sebagai penyedap dan menambahkan aroma makanan menjadi lebih nikmat. Daun basil juga digunakan sebagai obat herbal karena kaya akan kandungan nutrisi.

Berikut ini adalah kandungan nutrisi dari daun basil, yaitu:
  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • Vitamin K
  • Kalsium
  • Iron
  • Mangan
  • Kalsium
  • Potasium

Daun basil juga memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antikanker, dan antioksidan. Semua kandungan tersebut membuat daun basil dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Manfaat Daun Basil

Daun basil hampir sama dengan daun kemangi mulai dari bentuk, rasa, dan aromanya. Perbedaan daun basil dan kemangi adalah pada teksturnya. Daun basil memiliki tekstur lebih tebal dari daun kemangi.

Anda mungkin pernah mencicipi daun basil yang tersaji sebagai hiasan berbagai hidangan seperti pasta, pizza, ayam rica-rica, salad, tumis ayam, dll. Daun basil bukan hanya sebagai penyedap semata, namun juga memiliki manfaat bagi kesehatan.

Berikut ini adalah manfaat daun basil bagi kesehatan, yaitu:
1. Agen Antiinflamasi

Daun basil memiliki efek antiinflamasi atau anti peradangan yang didapatkan dari kandungan antioksidan. Agen antiinflamasi di daun basil ini dapat membantu mengatasi berbagai penyakit peradangan, seperti demam, flu, sariawan, dan radang sendi.

Sebuah studi menyampaikan bahwa senyawa antiinflamasi pada daun basil dapat membantu mengatasi berbagai penyakit peradangan lainnya dengan efektif, namun penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan khasiat daun basil.

2. Antikanker

Beberapa penelitian menyatakan bahwa daun basil memiliki efek antikanker yang berasal dari kandungan antioksidan. Antioksidan adalah agen alami dalam tubuh untuk mencegah radikal bebas yang merupakan pemicu kanker.

Salah satu jenis basil yaitu holy basil yang memiliki nama Latin Ocimum sanctum L. memiliki kandungan phytochemical. Kandungan phytochemical termasuk eugenol, asam rosmarinic, apigenin, myretenal, luteolin, dan asam carnosic merupakan substansi yang dibutuhkan untuk mencegah kanker kulit, hati, mulut, dan paru-paru.

Selain itu, manfaat holy basil adalah untuk membantu menghambat pertumbuhan pembuluh darah pada sel kanker, memperlambat pertumbuhan sel kanker, serta membunuh sel kanker.

Sementara itu penelitian masih terus dilanjutkan untuk menguji potensi ekstrak basil untuk digunakan dalam pengobatan kanker.

Baca Juga Halaman Lainnya:

5 Tips Diet Sehat Bagi Tubuh Zaman Sekarang

Bahan Olahan Paling Bagus Untuk Menu Diet Anda!

Tips dan Melirik Keguanaan Serum Untuk Wajah Menjadi Terawat

Program Diet Paling Ampuh Membakar Lemak 8KG Seminggu

3. Agen Antibakteri dan Antimikroba

Sebuah penelitian pada tahun 2013 menyampaikan bahwa manfaat minyak basil adalah sebagai agen antibakteri dan antibakteri. Mereka mengujinya pada strain bakteri multi-obat Escherichia coli (E. coli) yang resisten terhadap obat, dan hasilnya adalah minyak ekstrak basil efektif untuk melawan E. coli.

Manfaat daun basil lainnya adalah untuk melawan jamur, ragi, dan bakteri karena memiliki efek antimikroba dan antibakteri.

4. Membantu Mengurangi Efek Stres Oksidatif

Stres oksidatif adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat lagi mengatasi jumlah radikal bebas dan menetralisirnya. Efek stres oksidatif dapat memicu sel kanker tumbuh, jadi Anda harus menekan efek stres oksidatif tersebut dengan menjalankan gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Obat herbal seperti ginseng dan daun basil memiliki zat adaptogen, yaitu kandungan alami agar tubuh dapat beradaptasi dengan stres tubuh. Sebuah penelitian menyampaikan bahwa daun basil dapat menekan level stres oksidatif.

Penelitian ini dilakukan pada kelinci yang terpapar stres oksidatif diberi 2 gram daun basil setiap hari selama 30 hari, namun belum ada penelitian resmi terhadap manusia terkait manfaat kesehatan ini.

5. Membantu Mengurangi Efek Peradangan dan Pembengkakan

Penelitian yang dipresentasikan di Royal Pharmaceutical Society menyatakan bahwa ekstrak dari holy basil dapat membantu mengurangi efek pembengkakan hingga 73% dalam durasi 1 hari perawatan. Kandungan ini serupa dengan obat antiinflamasi untuk mengatasi radang sendi.

Penelitian lain dari Journal of Bone Reports & Recommendations juga sepakat dengan manfaat daun basil tersebut, namun penelitian ini baru dilakukan pada tikus.

6. Agen Anti Penuaan Dini

Berdasarkan penelitian dari British Pharmaceutical Conference (BPC) di Manchester, manfaat daun basil adalah untuk mencegah efek penuaan dini. Jenis holy basil memiliki kandungan efektif untuk mencegah radikal bebas di organ penting seperti hati, otak, dan jantung.

Penelitian lain juga menyatakan bahwa kandungan antioksidan pada daun basil efektif untuk mencegah penuaan dini. Daun basil juga sudah lama digunakan dalam pengobatan Ayurvedic, yaitu pengobatan tradisional dari India.

7. Membantu Mengurangi Depresi

Berdasarkan beberapa studi, daun holy basil memiliki kandungan alami untuk membantu menangani masalah kesehatan mental yaitu stres psikologi, stres mental, dan gejala depresi. Manfaat daun basil juga untuk meningkatkan kecerdasan kognitif.

8. Agen Antioksidan

Berdasarkan penelitian dari Journal of Advanced Pharmacy Education & Research, ekstrak daun basil kaya akan antioksidan. Manfaat antioksidan adalah untuk menangkal radikal bebas yang dapat memicu kanker.

9. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Daun basil umumnya digunakan sebagai hiasan di makanan Italia. Tujuan daun basil digunakan sebagai garnish bukan hanya untuk mempercantik makanan, tapi juga untuk menenangkan perut agar tidak sakit perut saat makan makanan tertentu.

Satu setengah sendok teh daun basil dapat membantu masalah pencernaan serta mengurangi efek kenyang dan begah pada perut.

10. Mengatasi Batuk dan Pilek

Daun basil diolah menjadi teh herbal untuk mengatasi batuk dan pilek dalam pengobatan tradisional yang dipercaya oleh beberapa kalangan masyarakat. Efek menenangkan dan menghangatkan diyakini dapat menyembuhkan penyakit umum tersebut.

Daun basil aman dikonsumsi dengan jumlah sedikit dalam bentuk olahan makanan apapun, namun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan manfaat daun basil bagi kesehatan melalui uji klinis.

Efek Samping Daun Basil

Daun basil kaya akan vitamin K yang berfungsi untuk pembekuan darah. Efek samping daun basil dapat terjadi bila Anda sedang mengkonsumsi obat pengencer darah.

Selain itu, penderita diabetes harus berhati-hati bila mengkonsumsi daun basil dalam porsi yang lebih banyak karena kandungannya dapat menurunkan tekanan darah dan gula darah.

Efek samping daun basil lainnya adalah daun basil mungkin akan mengurangi kualitas sperma dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau wanita yang sedang dalam proses kehamilan. Walaupun begitu, konsumsi daun basil dalam jumlah sedikit masih aman.

Itulah manfaat daun basil untuk kesehatan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda.